.jpg)
Pada umumnya sifat pemarah dikaitkan dengan masalah karakter. Namun sesungguhnya problem marah tidaklah sesederhana itu. Ada beberapa penyebabnya.
- Orang yang berenergi tinggi mudah marah. Orang ini mudah bereaksi karena metabolismenya cepat dan sulit mengendalikan desakan emosinya.
- Orang yang hatinya digenangi oleh kemarahan oleh karena pengalaman masa lalu yang penuh kepahitan dan ketidakadilan. Orang ini mudah tersinggung karena perasaannya peka.
- Orang yang karakternya bermasalah, misalnya tidak suka mengalah, mengharapkan orang untuk senantiasa mengikuti kehendaknya, atau egois.
Kadang sifat pemarah dikaitkan dengan sikap tidak mengampuni. Memang sebagian kemarahan muncul akibat kesulitan kita untuk memberi pengampunan. Namun sebagian kemarahan tidak berhubungan dengan pengampunan.
Saran bagi yang mempunyai masalah dengan kemarahan:
- Kenalilah kondisi yang mudah mencetuskan kemarahan, misalnya tubuh yang letih, udara yang panas, ketidaksukaan yang terpendam.
- Kenalilah sikap orang yang mudah memancing kemarahan, misalnya sikap tidak peduli, meremehkan, dsb.
- Kenalilah reaksi marah sebelum muncul dan akuilah itu sebagai kemarahan.
- Berilah jeda, jangan terpancing untuk menyelesaikannya pada saat itu juga.
- Latih penguasaan diri melalui pernapasan dan berdoa.
- Tempatkan diri pada diri orang tersebut dan lihatlah masalah dari kacamatanya.
- Bicaralah setelah diri tenang dan rileks, jangan menenangkan diri melalui kemarahan.
- Setiap hari kita harus mengisi kalbu dengan Firman melalui persekutuan dengan Tuhan.
0 comments