Followers

Powered by Blogger.

Translate

Entri Populer

Penyebab Dan Pembasmi Rasa Malas

Posted by Unknown Wednesday, June 12, 2013 0 comments





Malas terjadi karena ada beberapa sebab, karena malas adalah penyakit jiwa, tentu saja penyebabnya bervariasi, DIbawah ini akan dibahas mengenai Penyebab Dan Pembasmi Rasa Malas.


1. Tidak Mengerti Arti Kehidupan

Orang yang tak memahami arti kehidupan pasti jiwanya akan sakit, orang seperti ini,tidak tau tujuan hidup, fungsi hidup dan manfaat hidup. Buat apa hidup jika tak mengerti arti kehidupan, dipastikan tidak akan dapat melakukan apa-apa. Oleh karena itu, untuk memahami arti hidup sesungguhnya bisa dilakukan dengan membaca petunjuk-petunjuk dari Tuhan melalui kitab-kitab-Nya.

2. Tidak Pernah Bersosialisasi

Kita bukanlah makhluk individualisme melainkan makhluk sosial, jika sudah mengerti kehidupan berart akan mengerti bagaimana hidup ini bisa difungsikan dengan baik, salah satunya adalah bersosialisasi. Bersosialisasi dapat meningkatkan persahabatan, dan persahabatan dapat memeberikan kekuatan, jadi jangan jadi orang yang enggan bersosialisasi, karena bersosialisasi salah satu sumber pembasmi rasa malas dan meningkatkan semangat.

3. Makan Berlebihan

Lebih baik orang yang kekurangan makan daripada orang yang berlebihan makan, lho kok bisa? bisa kok? Orang yang kekurangan makan biasanya lebih bersemangat untuk berusaha mencari rejeki agar dapat makan yang banyak sedangkan orang yang makannya berlebihan, biasanya akan lupa dengan orang yang kelaparan dan malas untuk membantu mereka karena lupa. Tetapi, lebih baik lagi jika asupan makanan dan minuman itu cukup. Oleh karena itu, hindari berlebihan dalam mengkonsumsi makanan, karena perut adalah sumber penyakit, biasanya agar tetap semangat dan stabil bisa dilakukan dengan berpuasa. 

4. Banyak Perhitungan

wAH, Ada lagi penyebab malas yang luar biasa, yaitu banyak perhitungan. Awalnya bersemangat untuk melakukan sesuatu, tujuannya sudah dicatat, dan semua yang berhubungan dengan tujuannya dicatat, entah itu kerugian dan keuntungan, ternyata lebih banyak ruginya. Nah, ini dia yang membuat malas muncul. Oleh sebab itu, banyak orang mengatakan, sedikit bicara dan banyaklah bekerja. Sedikit perhitungan dan hitunglah start action-nya mulai dari sekarang. 

5. Faktor Lain

Malas juga bisa diakibatkan oleh faktor lain, baik dari kekasih, orang tua, teman dan lainnya. Biasanya mereka kontra dengan apa yang kita lakukan, menghambat tujuan kita dengan hinaan mungkin, atau dengan ejekan kalau apa yang kita cita-citakan tidak akan pernah tercapai. Orang yang tidak kuat hantaman dan tekanan, dipastikan akan langsung lemah, oleh karena itu, kuatkan hati, butakan mata dari penglihatan yang membuat kita lemah, dan tulikan telinga dari suara yang melemahkan kita dan yang terakhir, pura-puralahgila bila bertemu dengan orang yang melemahkan kita. Itu lebih baik untuk menghindari malas daripada tujuan tidak tercapai. 
.

| edit post

Perubahan sikap :
1. Menjadi lebih pendiam, mudah menangis, pemarah, atau 
rewel pergi ke sekolah.
2. Bisa juga merasakan sakit yang berkelanjutan : misalnya, 
sakit perut, pusing, frekuensi buang air kecil meningkat, atau 
malah pengompol.
Atasi dengan :
1. Deteksi perubahan sikap sedini mungkin
2. Ajak berdiskusi
3. Beri mereka solusi
4. Bantu mereka menjadi pribadi yang mandiri, tetapi tetap terbuka
5. Tingkatkan komunikasi dengan anak

Sumber : Pontianak Post, Rubrik For Her, Rab

| edit post



Swallow (2000) seorang psikiater anak, membuat daftar hal-hal yang biasanya dilakukan/dirasakan oleh anak yang pemalu:
1.      Menghindari kontak mata;
2.      Tidak mau melakukan apa-apa;
3.      Terkadang memperlihatkan perilaku mengamuk/temper tantrums (dilakukan untuk melepaskan kecemasannya);
4.      Tidak banyak bicara, menjawab secukupnya saja seperti “ya”, “tidak”, “tidak tahu”, “halo”;
5.      Tidak mau mengikuti kegiatan-kegiatan di kelas;
6.      Tidak mau meminta pertolongan atau bertanya pada orang yang tidak dikenal;
7.      Mengalami demam panggung (pipi memerah, tangan berkeringat, keringat dingin, bibir terasa kering) di saat-saat tertentu;
8.      Menggunakan alasan sakit agar tidak perlu berhubungan dengan orang lain (misalnya agat tidak perlu pergi ke sekolah);
9.      Mengalami psikosomatis;
10.  Merasa tidak ada yang menyukainya.

| edit post



Pada umumnya sifat pemarah dikaitkan dengan masalah karakter. Namun sesungguhnya problem marah tidaklah sesederhana itu. Ada beberapa penyebabnya.
  1. Orang yang berenergi tinggi mudah marah. Orang ini mudah bereaksi karena metabolismenya cepat dan sulit mengendalikan desakan emosinya.
  2. Orang yang hatinya digenangi oleh kemarahan oleh karena pengalaman masa lalu yang penuh kepahitan dan ketidakadilan. Orang ini mudah tersinggung karena perasaannya peka.
  3. Orang yang karakternya bermasalah, misalnya tidak suka mengalah, mengharapkan orang untuk senantiasa mengikuti kehendaknya, atau egois.
Kadang sifat pemarah dikaitkan dengan sikap tidak mengampuni. Memang sebagian kemarahan muncul akibat kesulitan kita untuk memberi pengampunan. Namun sebagian kemarahan tidak berhubungan dengan pengampunan.
Saran bagi yang mempunyai masalah dengan kemarahan:
  1. Kenalilah kondisi yang mudah mencetuskan kemarahan, misalnya tubuh yang letih, udara yang panas, ketidaksukaan yang terpendam.
  2. Kenalilah sikap orang yang mudah memancing kemarahan, misalnya sikap tidak peduli, meremehkan, dsb.
  3. Kenalilah reaksi marah sebelum muncul dan akuilah itu sebagai kemarahan.
  4. Berilah jeda, jangan terpancing untuk menyelesaikannya pada saat itu juga.
  5. Latih penguasaan diri melalui pernapasan dan berdoa.
  6. Tempatkan diri pada diri orang tersebut dan lihatlah masalah dari kacamatanya.
  7. Bicaralah setelah diri tenang dan rileks, jangan menenangkan diri melalui kemarahan.
  8. Setiap hari kita harus mengisi kalbu dengan Firman melalui persekutuan dengan Tuhan.

| edit post

Psikolog dari Universitas Massachusetts, Amerika Serikat, Robert S. Feldman menemukan adanya hubungan antara kebohongan dan popularitas di kalangan pelajar (anak muda). Penelitian yang dilakukan Robert S. Feldman ini dimuat dalam edisi terbaru Journal of Nonverbal Behavior.
"Kami menemukan bahwa kebohongan yang dilakukan oleh pelajar sebenarnya menunjukkan bahwa pelajar tersebut memiliki kemampuan kontrol sosial yang tinggi", demikian kata Feldman.
Feldman melakukan penelitian terhadap 32 orang tua pelajar tingkat menengah dan atas yang berusia antara 11 hingga 16 tahun, dan memberikan kuesioner yang berisi tentang berbagai informasi mengenai aktivitas anak-anak mereka, hubungan sosial, serta kemampuan anak-anak mereka di sekolah. Berdasarkan atas data-data itu, para pelajar dikelompokkan dalam dua kelompok, yaitu kelompok yang memiliki tingkat sosialisasi yang rendah, dan kelompok yang memiliki tingkat sosialisasi yang tinggi. Para pelajar dalam dua kelompok tersebut diminta satu persatu untuk melakukan tes terhadap rasa yang sedap pada minuman yang manis, serta minuman masam dan minuman yang tidak sedap. Kemudian mereka diminta untuk meyakinkan para pengawas bahwa mereka menyukai atau tidak menyukai apa yang mereka minum. Ini membuat para pelajar tersebut membuat satu pernyataan yang benar dan satu pernyataan yang bohong.
Kegiatan itu direkam dalam bentuk video dan diedit secara seimbang menjadi bagian-bagian tertentu. Kepada 48 orang mahasiswa diperlihatkan rekaman ke-64 kegiatan tes itu untuk mengevaluasi efektifitas para pelajar mengekspresikan reaksi mereka saat mencicipi minuman yang disajikan dalam tes. Hasilnya ternyata bertentangan dengan tes minum yang dilakukan, umur, jenis kelamin para pelajar yang dites, dan kemampuan sosialisasi seperti yang dikatakan orang tua pra pelajar yang menjalani tes.
"Kami ingin mendapatkan bahwa kemampuan sosialisasi yang tinggi akan membuat seseorang lebih mudah memperdayakan orang lain, atau bahwa menjadi seorang pembohong besar akan membuat seseorang semakin terkenal", kata Feldman.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa remaja adolesen lebih mampu melakukan kebohongan dibandingkan dengan remaja yang lebih muda. Remaja putri juga didapati lebih bisa melakukan kebohongan dibanding remaja pria. Pada semua tingkatan usia dan jenis kelamin, mereka yang memiliki kemampuan sosialisasi yang lebih tinggi ternyata lebih berpotesial untuk menjadi pembohong besar. Saat berbohong, mereka lebih mampu mengendalikan ekspresi wajah, gerakan tubuh, intonasi suara, serta kontak mata. Sedangkan mereka yang kurang bagus kemampuan sosialisasinya, mengalami banyak kesulitan dalam mengontrol perilakunya saat berbohong.

"Penelitian ini menunjukkan kepada kita bahwa tidak realistis jika kita selalu berharap bahwa manusia akan selalu berkata jujur. Sebenarnya kita tidak ingin menerima kenyataan ini. Anak-anak pada usia muda berpikir untuk selalu bersopan santun dan berkata manis dalam segala situasi, meskipun sebenarnya yang mereka katakan bukanlah suatu kejujuran yang sebenarnya. Dengan begitu, mereka dapat diterima dengan baik oleh lingkungannya, semakin mendapat tempat, dan semakin populer", demikian kata Feldman.

| edit post



Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.
Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia".
Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik.
"Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beatritme, dan harmony", demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. "Beat mempengaruhi tubuhritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh". Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan "head banger", suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. "Musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony", ujar Ev. Andreas Christanday.
Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.
Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia.

| edit post

DEJA VU

Posted by Unknown 0 comments



Deja vu berasal dari kata yang dimabil dari bahasa perancis, yang artinya adalah suatu perasaan ketika seseorang mengalami suatu yang pernah terjadi sebelumnya. Sekelompok orang mengasosiasikannya dengan gangguan pada otak, sedangkan lainnya menghubungkan deja vu dengan kehidupan lain di masa lalu. Pada suatu aktu, beberapa diantara kita tentu pernah mengalami ini.Deja vu itu sendiri adalah peristiwa diman seseorang merasa yakin telah mengalami situasi baru sebelumnya. Selama mengalami situasi baru, seseorang merasakan sesuatu kesamaan dengan sesuatu yang dialami di masa lalu. Seseorang merasa telah melalui hal yang sama baru saja terjadi di masa lalu atau telah melihat hal itu dalam mimpinya. Istilah deja vu pertama kali dikenalkan oleh Emile Bairac yang emrupakan seorang peneliti di bidang psikologi berkebangsaan Perancis. Kebanyakan meraka yang mengalami deja vu mengklaim telah melihatsesuatu dalam mimpi mereka atau sangat yakin telah melihat itu beberapa waktu yang lalu.

| edit post